Selasa, 30 Juni 2009

3:10 AM

Waktu menunjukan jam 3 dini hari & mata masi susah buat ngantuk. Berawal dari semangat menggebu-gebu belajar intensif buat ngejar ketinggalan eh akhirnya jadi kebiasaan tidur di waktu subuh. Ga kerasa sudah hampir 14 jam hari ini dihabisin duduk di depan komputer buat belajar.

Yah dipikir-pikir lumayan juga sih kaya gini, ga banyak ngabisin uang apalagi makan di luar jadinya ekonomi irit hahaha :D lagian daripada bengong ga karuan ntar kemasukan setan lagi. Akhir-akhir ini banyak banget hal-hal besar yang dihadapin, bikin tambah kuat motivasi buat ngejar target. Hmmmm, di komputer tertulis jam 3:26 AM skarang. Nanti jam 1 siang ada ujian, mata masih cling cling cling hahaha. Blajar pemrograman lagi aja deh sampe ngantuk.....

Rabu, 03 Juni 2009

The Long and Winding Road

Pepatah yang bilang kalo waktu berlalu dengan cepet emang ada benernya. Kalo ngeliat ke belakang, 7 tahun yang lalu rasanya ampir ga ada bedanya dengan kemarin. Lama ga ketemu dengan sahabat yang dulu akrab, kebetulan ketemu lagi lewat bantuan facebook. Ngobrol macem-macem topik termasuk gimana kabar temen-temen yang lain.

Ada yang belajar pemrograman & skarang sudah mulai menapaki karir. Ada yang mengikuti jejak papanya jadi seniman juga. Ada juga yang sedang berjuang lulus kuliah di universitas yang bagus :) sebagian besar sepertinya menempuh “jalur” yang bagus.

Lagi asik merenung, jadi keinget lagi lagu “The Long and Winding Road” dari The Beatles :) Yah memang dah kebiasaan sih yang namanya merenung, makanya ga aneh pas nyoba test kecerdasan, kecerdasan intrapersonal nonjol banget. Saya suka banget tuh lagu, banyak kena dengan perjalanan hidup saya penuh lika-liku, terutama petikan lirik ini:

Many times Ive been alone
And many times Ive cried
Any way youll never know
The many ways Ive tried

Jalan saya banyak berbeda sekali dengan yang ditempuh kebanyakan temen saya :) sehingga disaat temen saya sudah mulai menapaki jalur yang bagus saya masih berjuang di jalan terjal hingga sempet beberapa kali nyaris putus asa. Tapi saya percaya, seperti apa yang dikatakan Steve Jobs “Connecting the dots”. Apa yang kita lakukan ga akan diketahui maknanya kalo diliat ke masa depan tapi maknanya akan diketahui begitu kita melihat ke masa lalu. Jadi saya percaya semua yang sudah dilalui itu kelak ada maknanya. Saya juga percaya “jalan” yang saya tempuh sekarang bakal bawa kebaikan walau pun ga jarang 10 – 12 jam sehari saya habisin untuk hal ini. Kelak apa yang saya lakuin ini kelak bakal jadi kenangan manis, saya percaya itu :) kelak akan tiba waktu buat saya juga.

Sabtu, 23 Mei 2009

Salah Satu Faktor Keberhasilan The Beatles


Baru-baru ini saya baca salah satu buku yang menyebutkan dibutuhkan waktu paling sedikit 10.000 jam untuk menjadi profesional di bidangnya. Contoh yang paling bagus untuk membuktikan teori ini adalah band The Beatles. The Beatles bahkan di awal-awal karirnya sebelum menjadi band besar bermain di kafe-kafe di sebuah kota Jerman bernama Hamburg. Mereka melakukan pertunjukan lebih dari 8 jam sehari, 7 hari dalam seminggu! Bagaimana kondisi mereka bermain musik pada saat itu? Mereka bermain dengan alat musik yang kualitasnya jelek & dibayar rendah. Bahkan di awal-awal mereka kurang dihargai oleh penonton.

The Beatles melakukan 270 kali pertunjukan dalam waktu kurang dari 1 tahun 6 bulan selama berada di Jerman. Sebelum The Beatles menjadi terkenal, mereka telah melakukan pertunjukan sebanyak 1200 kali! Kebanyakan band yang ada atau pernah ada tidak pernah melakukan pertunjukan sebanyak 1200 kali dalam karir mereka dan The Beatles melakukannya! Itu lah salah satu alasan The Beatles menjadi band besar.

Berikut adalah komentar dari John Lennon, ketika berkomentar mengenai pertunjukan yang dilakukan The Beatles sebelum menjadi terkenal di Hamburg, Jerman:

"We got better and more confident. We couldn't help it with all the experience we gained from playing ALL night long - it was handy being from Liverpool because we had to try even harder than the locals, put our heart and soul into our performances to get ourselves over (to Hamburg). In Liverpool we only ever did 1 hour sessions and we only did our best numbers - the same ones, over and over. In Hamburg we had to play for 8 hours so, we really had to find a new way of playing."

The Beatles mencoba lebih keras dibandingkan kebanyakan band lainnya dan itulah alasan mengapa mereka menjadi band besar seperti sekarang.

Sir Winston Churchil pernah berkata: "Continuous effort - not strength or intelligence - is the key to unlocking our potential."

Menurut saya apa yang dia katakan memang benar adanya. The Beatles pun sudah membuktikannya. Menjadi ahli di suatu bidang bukan berasal dari otak jenius atau IQ tinggi tetapi dari seberapa keras kita berusaha.

A Brand New Day

Udah lama ga ke sini, ternyata dah lama juga ni blog ga diurusin. Banyak hal terjadi waktu dulu masi aktip nge-blog & pensiun nulis blog. Skarang, saya putusin mulai nulis lagi blog. Karena saya mulai bikin blog dengan tujuan yang baru lagi, akhirnya saya putusin juga hapus semua artikel yang pernah saya tulis sebelumnya (berikut komentarnya juga!). Jadi saya minta maaf juga ya, buat yang dah nulis komen di artikel saya. Secara dah lama ga utak atik ni blog, celakanya saya lupa lagi password shoutmix-nya juga akhirnya ya kepaksa deh shoutmix lama dihapus & buat yang baru. Maaf juga ya buat yang udah nulis di shoutmix. Link ke blog lain juga saya hapus soalnya sebagian link dah mati, jadi kalo ada yang mau tukeran link tinggalin pesen di shoutmix aja ya! Last but not least, here comes a brand new day!